Inilah Fakta Sosok BJ Habibie, Presiden yang Ahli Membuat Pesawat Terbang
Profil Habibie
Mempunyai nama lengkap Prof. Dr. Ing. H Bacharuddin Jusuf Habibie membuat semua orang paham akan pendidikannya. Meskipun banyak gelar yang didapatkan, tidak menjadikan sosok yang popular dipanggil BJ Habibie tersebut tinggi hati. Beliau lahir di Pare-pare pada tanggal 25 Juni 1936 yang lalu, mempunyai istri bernama lengkap Hasri Ainun Besari. Presiden ketiga Indonesia tersebut pernah bersekolah di SMA Dago kota Bandung, setelah itu melanjutkan pendidikan kuliah yang sekarang menjadi ITB. Setelah tamat dari ITB, beliau memutuskan untuk melanjutkan studi dalam jurusan penerbangan di Jerman.
Bisa sekolah sampai di Jerman bukan karena beasiswa pemerintahan, tetapi atas biaya sendiri dari ibunya RA Tuti Marini Puspowardojo. Meskipun begitu, pendidikan yang dijalani menjadi sebuah tantangan besar. Bahkan menjadi beban dimana ketika kuliah tidak mendapatkan apa yang diharapkan kedua orang tuanya. Hal itu dibuktikannya dengan lulus baik dari Jerman dan bekerja di salah satu kantor penerbangan Jerman.
Karir di Dunia Politik
Menjadi salah satu pekerja di kantor penerbangan Jerman membuat presiden Indonesia kala itu berfikir. Akhirnya memutuskan untuk memulangkan Habibie untuk membantu Indonesia pada kala itu. Kemudian Habibie kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Industri strategis yang dikelola seperti PT IPTN, PT Pindad dan PT PAL. Target dari semua yang dikerjakan itu adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menjadi negara industri.
Selain itu pak Habibie juga menjabat sebagai ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia ICMI yang pertama. Menduduki puncak karir pada tahun 1998, dimana beliau berhasil menduduki kursi presiden Indonesia yang ketiga. Tetapi ternyata hal itu tidak lama, bisa dikatakan dari pada yang lain pak Habibie mempunyai masa jabatan yang terpendek yaitu 21 Mei 1998 sampai dengan 20 Oktober 1999. Namun sebelumnya sudah menjabat sebagai wakil presiden terlebih dahulu sejak tahun 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998 dalam kabinet pembangunan VII oleh kepemimpinan presiden Soeharto pada waktu itu.
Sejak turun dari kursi kepresidenan BJ Habibie tidak terlihat menjabat dalam dunia kepolitikan lebih jauh lagi. Bahkan beliau sempat tinggal dan menetap di Jerman, sampai akhirnya kembali lagi ke Indonesia sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia melalui organisasi Habibie Center. Sejak itulah Habibie dan juga bersama dengan istri menetap dan berdomisili di Indonesia.
Kontribusi yang besar masih terus diberikan oleh Habibie sampai dengan akhir hayatnya, apalagi pada masa pemerintahan Jokowi ini. Pak Habibie terus aktif memberikan masukan serta gagasan beliau untuk pembangunan bagi pengembangan dalam sumber daya manusia di Indonesia. Selain itu kesibukan lainnya ada di Batam dimana sedang ada industry pesawat terbang. Disana pak Habibie menjabat sebagai Komisaris Utama PT Regio Aviasi Industri, sebagai perancang pesawat R-80. Itulah biografi tokoh yang menginspirasi, semoga bermanfaat!

Comments
Post a Comment